Menghadapi Fenomena Nomophobia: Strategi Kurikulum PAI Memulihkan Konsentrasi Belajar Siswa
Keywords:
Nomophobia, Kurikulum Pendidikan Agama Islam, Konsentrasi BelajarAbstract
Ketergantungan terlalu besar pada telepon pintar telah membuat banyak orang merasa cemas atau takut ketika tidak bisa mengakses perangkat mereka. Ini disebut nomophobia. Hal ini sangat berdampak pada kemampuan siswa untuk fokus belajar, terutama di sekolah menengah. Artikel ini ingin melihat bagaimana kurikulum Pendidikan Agama Islam dapat membantu siswa yang terkena dampak nomophobia untuk fokus belajar lagi. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka, yaitu membaca dan menganalisis buku, artikel ilmiah, dan dokumen kebijakan kurikulum yang relevan. Hasilnya menunjukkan bahwa kurikulum Pendidikan Agama Islam memiliki potensi besar untuk membantu siswa mengelola diri, berlatih mindfulness dengan beribadah, meningkatkan literasi digital Islami, dan memahami dampak kecanduan gawai. Perlu dilakukan rekonstruksi kurikulum Pendidikan Agama Islam agar lebih responsif terhadap isu nomophobia, bukan dengan menambah materi baru, melainkan dengan mengubah cara belajar agar siswa bisa memiliki hubungan yang sehat dengan teknologi.
Downloads
References
Agusta, D. (2016). Faktor-Faktor Risiko Kecanduan Menggunakan Smartphone pada Siswa SMP X di Surakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 15–20.
Al-Ghazali, A.H. (terjemahan Irwan Kurniawan). (2016). Ihya Ulumuddin: Membangun Kembali Ilmu-Ilmu Agama. Bandung: Marja.
Andriani, D. & Setiawan, A. (2023). Implementasi Nilai-Nilai Islami dalam Pembelajaran PAI Berbasis Literasi Digital. Jurnal Tarbiyatuna, 14(1), 55–72.
Faizin, I. (2019). Strategi Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Era Digital. Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 31–52.
Hamalik, O. (2022). Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Hermawan, A.H. (2020). Desain Kurikulum PAI Berbasis Kompetensi Abad 21. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Keputusan Menteri Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran. Jakarta: Kemendikbudristek.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2023). Catatan Tahunan Pengawasan KPAI: Dampak Gawai Terhadap Perilaku Anak. Jakarta: KPAI.
Kurnia, N. & Santi, N. (2021). Mindfulness-Based Learning dalam PAI: Upaya Memulihkan Konsentrasi Siswa di Tengah Arus Digitalisasi. Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 6(1), 45–60.
Kusuma, A.P. & Pamungkas, A. (2020). Pengaruh Penggunaan Gadget terhadap Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 4(4), 1089–1097.
Mujib, A. & Mudzakkir, J. (2017). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana.
Muhaimin. (2021). Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Era Merdeka Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Mulyasa, E. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka: Perubahan Paradigma dalam Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Puspita, D. & Anwar, K. (2022). Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Kesehatan Mental Remaja di Era Pascapandemi. Jurnal Al-Hikmah, 20(1), 1–14.
Samaha, M. & Hawi, N.S. (2016). Relationships Among Smartphone Addiction, Stress, Academic Performance. Computers in Human Behavior, 57, 321–325.
Setiawati, N. & Farida, I. (2023). Strategi Guru PAI dalam Mengatasi Kecanduan Gadget Melalui Pendekatan Spiritual di SMP. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 8(1), 19–36.
Syarifah, U. & Mudjito. (2022). Peran PAI dalam Membentuk Karakter Anti Kecanduan Media Digital pada Remaja. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 78–91.
Tafsir, A. (2016). Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wahyuni, S. & Santosa, A. (2022). Integrasi Nilai-Nilai Spiritualitas Islam dalam Kurikulum PAI untuk Menghadapi Tantangan Era Digital. Jurnal At-Tarbawi, 9(2), 101–118.
Wulandari, N. & Herminingsih, A. (2021). Pengaruh Penggunaan Smartphone terhadap Konsentrasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 7(2), 89–97.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rifki Afiyudin, Imam Faizin (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











